Dampak Kepadatan Populasi Manusia

Diposkan oleh Algo Wijaya on Jumat, 06 April 2012

Bertambahnya populasi dunia mempengaruhi daya dukung lingkungan. Daya dukung lingkungan adalah kemampuan lingkungan dalam memberikan sumber daya alam untuk kehidupan organisme di dalamnya secara normal. Sumber daya alam yang dihasilkan atau yang ada di lingkungan jumlahnya sangat terbatas. Jika jumlah organisme melebihi batas, maka masalah lingkunganlah yang akan terjadi. Permasalahan tersebut misalnya semakin langkanya sumber daya alam, terjadinya pencemaran, dan terjadinya persaingan untuk mendapatkan sumber daya alam.
1. Pertambahan Penduduk Dunia

Jumlah penduduk dunia selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 0 Masehi, penduduk dunia diperkirakan berjumlah seperempat miliar. Pada tahun 1600-an meningkat dua kali lipat menjadi setengah miliar penduduk. Lalu pada tahun 1970 penduduk dunia bertambah menjadi 3,6 miliar. Hanya 30 tahun kemudian, yaitu pada tahun 2000, penduduk dunia sudah mencapai 7 miliar jiwa. Dengan data tersebut, kita bisa melihat betapa pesatnya pertambahan jumlah umat manusia.

Pertambahan jumlah penduduk yang paling besar justru terjadi di negara-negara miskin. Hal tersebut membuat jurang kesenjangan antara negara kaya dengan negara miskin menjadi semakin besar. Seorang ahli ekonomi Inggris bernama Thomas Robert Malthus pada tahun 1828 pernah meramalkan bahwa umat manusia sedang menuju kesengsaraan karena jika jumlah populasi manusia semakin bertambah, maka lahan pertaian secara otomatis akan semakin berkurang. Akibatnya, akan terjadi kelaparan, kriminalitas, kemerosotan moral, wabah penyakit, dan bahkan perang untuk memperebutkan lahan.

2. Kepadatan Penduduk dan Permasalahannya

Kebutuhan penduduk dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder. Kebutuhan primer adalah kebutuhan pokok yang berupa pangan, sandang, dan tempat tinggal. Kebutuhan pokok adalah kebutuhan yang harus terpenuhi untuk terus menjaga kelangsungan hidup manusia. Jika kebutuhan pokok ini tidak terpenuhi, maka akan timbul berbagai macam masalah sosial seperti kelaparan, kriminalitas, kemerosotan moral, dan wabah penyakit. Sementara itu, kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang tidak terlalu mendesak untuk dipenuhi. Misalnya adalah perhiasan, kendaraan bermotor, dan televisi. Karena sifatnya yang tidak terlalu pentig, kemungkinan terjadinya masalah sosial jika kebutuhan ini tidak terpenuhi sangat kecil.

Sebagian penduduk belum bisa memenuhi kebutuhan primer mereka, akibatnya mereka terserang berbagai macam penyakit, menderita kelaparan, dan tidak memiliki tempat tinggal yang layak atau malah tidak memiliki tempat tinggal sama sekali (tuna wisma). Mereka juga masih sulit menikmati air bersih untuk kebutuhan MCK (mandi, cuci, kakus) mereka.

Kepadatan penduduk umumnya terpusat di kota-kota besar. Kepadatan penduduk yang besar dapat menurunkan tingkat kesejahteraan penduduk itu sendiri, misalnya di bidang perumahan. Di kota besar, sering kita jumpai perumahan-perumahan kumuh dengan kondisi kebersihan dan kesehatan yang amat memprihatinkan. Beberapa penduduk urban bahkan ada yang membuat rumah berbahan karton, kardus, triplek, dan plastik yang mereka bangun di kolong-kolong jembatan dan di tepi sungai.

Indonesia sendiri juga mengalami masalah kependudukan yang cukup memprihatinkan. Selain jumlah (kuantitas) penduduk yang sanagat besar (terbesar ke empat di dunia), kualitas penduduk baik dilihat dari tingkat ekonomi, kesehatan, dan pendidikan juga sangat memprihatinkan. Keadaan ekonomi yang sangat lemah, membuat penduduk tidak dapat menyekolahkan anak-anaknya. Banyak anak sekolah yang terpaksa harus drop out hanya karena ketiadaan biaya.

Kehidupan ekonomi yang rendah biasanya akan mengakibatkan tingkat pendidikan juga semakin rendah pula. Pendidika yang rendah dan keterampilan yang kurang otomatis akan mengakibatkan tenaga kerja yang berkualitas juga akan kurang. Sebagian masyarakat kita masih terjebak dalam penderitaan. Sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama untuk turut serta membantu mereka agar bisa keluar dari penderitaan ekonomi.

Materi referesi

{ 7 komentar... read them below or add one }

putri mengatakan...

wahhh hbt eoooo

Wadiah Lallalalallaala mengatakan...

Huh ? yg mana akibat2 nya ?

Aiisyah mengatakan...

Bagus Bangetttt ... Mksh !

Anonim mengatakan...

Kunjungan pertama di blog ini, tolong dilike ya, artikel yg menarik semoga makin rame pagenya :)

Btw temen2, mungkin temen2 disini ada yg dah pernah nyobain game online MMORPG PUTRA LANGIT ??, jadi gini aku baru-baru ini main game gokil keren ini neh - PUTRA LANGIT ONLINE - dah nyobain wa waktu itu pas masa alpha test gameplay-nya addicted banget loh banyak fitur menarik, klo mo tau lebih lanjut masuk aja fanspagenya di -> http://www.facebook.com/putralangit.online, dan MICROSITE-nya => http://putralangit.capple.net/microsite/ , game ini diangkat dari komik terkenal TONY WONG "LEGENDA PUTRA LANGIT" yang terkenal itu loh, cekidot aja biar lebih jelasnya di link2 yg ane kasih klo suka jangan lupa di like yo

Outbound Malang mengatakan...

kunjungan gan,bagi - bagi motivasi
Hal mudah akan terasa sulit jika yg pertama dipikirkan adalah kata SULIT. Yakinlah bahwa kita memiliki kemampuan dan kekuatan.
ditunggu kunjungan baliknya yaa :)

Anonim mengatakan...

a

Anonim mengatakan...

terus bagaimana mengatasi masalah ithu ???????????

Poskan Komentar